Arsitek Narasi

Arsitek Narasi Strategis untuk Pemimpin Industri.

Perusahaan Anda memiliki data, tetapi apakah ia memiliki jiwa? Kami mengekstraksi sejarah perusahaan Anda dan merancangnya menjadi warisan narasi yang abadi.

The Paradigm

Di dunia bisnis yang bising dan dipenuhi data dingin, narasi Anda adalah api hangatnya. Mering Legacy Studio tidak merakit buku sebagai komoditas, melainkan merancang instrumen prestise dan makna.

Alexander Mering Founder & Narrative Architect
Alexander Mering - Founder

We Offer Best Services

Soul Mining

Archeological excavation uncovering raw, authentic leadership core and corporate truths.

Strategic Architecture

Engineering profound plot blueprints to align historic truth with business.

Media Deployment

Transmuting uncovered histories into premium masterpiece books and cinema documentaries.

Legacy Activation

Embedding timeless corporate narratives into organizational culture and global reputation.

In 3 Strategic Steps

Choose Destination

Define your architectural vision and identify the buried historical truths of your empire.

Make Payment

Initiate your premium investment to secure elite positioning across global media platforms.

Reach Airport on Selected Date

Deploy your masterpiece transmedia assets to claim your rightful place in history.

The Corporate Manifesto

The Corporate Manifesto

Completed in 3-6 Months | by Alexander Mering
1 Enduring Masterpiece

Memotret Bulan di Negeri Gajah Putih


Sebuah catatan (3)

by A.Alexander Mering

Bangun pagi aku menghadap jendela yang terbuka. Di luar masih gelap, hanya ada bulan pucat seperti sebuah lukisan yang tersangkut di cakrawala. Aku menguap dua kali sebelum bergerak menyambar kamera, membidik langit.
"Klik! Klik! Klik! Klik! Empat frame, Cukuplah. Aku memeriksa hasilnya. Lumayan, tak mengecewakan. Aku memang sudah lama jatuh cinta pada bulan, seperti juga aku tergila-gila pada pantai dan laut. Seingatku, sejak aku pandai memanjat pohon di kampung kakekku di Senangan,-- Kabupaten Sintang--aku kerap ditegur ibu karena sering memanjat pohon rambutan agar dapat memandang bulan dari tempat yang tinggi.
Memandang bulan bagiku sebuah kemewahan, apalagi sekarang di Kota Bangkok, Thailand. Satu-satunya negara di Asia yang tak pernah dijajah.

***
Usai mandi kembali aku menghadap jendela. Dua pohon Jelutung tampak masih basah menadah sisa embun. Pucuknya sudah rata digergaji sehingga aku dengan mudah bisa melihat kesibukan di jalan raya Sri Ayutthaya dari lantai dua guess house tempat aku menginap.
Di seberang jalan ada ruko 4 lantai berderet memanjang. Dindingnya sudah kusam, hingga warna pink dan biru muda yang menyaputnya nyaris tak dapat dikenali lagi. Mungkin sudah bertahun-tahun bangunan itu tak cat walau berpenghuni. Sengkarut Kabel listrik yang berpilin-pilin, antena tv, kabel telepon dan pohon Bungur (?) tua yang terpacak disana menambah angker tampang Ruko tersebut.
Jam di pergelangan tanganku menunjukan pukul 06.00 pagi. Waktu Thailand dan Indonesia, tak berbeda. Karena itu sejak bertolak dari Pontianak kemarin aku tidak mengubah jam, meskipun transit di Kucing International Airport dan Kuala Lumpur International Airport.
Tiba-tiba aku merasa lapar, ingin cepat-cepat keluar mencari pengganjal perut.

What People Say About Us.

"On the Windows talking painted pasture yet its express parties use. Sure last upon he same as knew next. Of believed or diverted no."

Mike Taylor
Mike Taylor
Lahore, Pakistan

"Mering made our family trip to Europe absolutely magical! Every detail was perfectly planned. I could not believe how seamless the entire experience was from booking to arrival."

Sarah Johnson
Sarah Johnson
New York, USA

"The best travel agency I have ever worked with. Professional, responsive, and they truly understand what makes a trip unforgettable. Highly recommend to everyone!"

Chris Thomas
Chris Thomas
Artistic Vision Documentation
Select Language