Arsitek Narasi

Arsitek Narasi Strategis untuk Pemimpin Industri.

Perusahaan Anda memiliki data, tetapi apakah ia memiliki jiwa? Kami mengekstraksi sejarah perusahaan Anda dan merancangnya menjadi warisan narasi yang abadi.

The Paradigm

Di dunia bisnis yang bising dan dipenuhi data dingin, narasi Anda adalah api hangatnya. Mering Legacy Studio tidak merakit buku sebagai komoditas, melainkan merancang instrumen prestise dan makna.

Alexander Mering Founder & Narrative Architect
Alexander Mering - Founder

We Offer Best Services

Soul Mining

Archeological excavation uncovering raw, authentic leadership core and corporate truths.

Strategic Architecture

Engineering profound plot blueprints to align historic truth with business.

Media Deployment

Transmuting uncovered histories into premium masterpiece books and cinema documentaries.

Legacy Activation

Embedding timeless corporate narratives into organizational culture and global reputation.

In 3 Strategic Steps

Choose Destination

Define your architectural vision and identify the buried historical truths of your empire.

Make Payment

Initiate your premium investment to secure elite positioning across global media platforms.

Reach Airport on Selected Date

Deploy your masterpiece transmedia assets to claim your rightful place in history.

The Corporate Manifesto

The Corporate Manifesto

Completed in 3-6 Months | by Alexander Mering
1 Enduring Masterpiece

Susahkah Mengurus Sempadan?

by A. Alexander Mering

Susahkah mengurus Sempadan? Demikian pertanyaan lugu seorang warga Sungai Daun, perbatasan antara Sarawak, M’Sia dengan Kabupaten Sanggau dalam sebuah kunjungan.
Dia bertanya karena sudah lebih dari 63 tahun Negara kita merdeka, tetapi masalah perbatasan di sejumlah daerah tak kunjung beres. Mengapa tak beres-beres? Bahkan orang kampung yang lugu pun heran dan bertanya-tanya.
Dengan jumpah pulau Indonesia yang betepek-tepek, sekitar 17.499 pulau dan luas wilayah perairan mencapai 5,8 juta km2, serta panjang garis pantai yang 81.900 km2.1—Dua pertiga dari wilayah Indonesia adalah laut—implikasinya, hanya ada tiga perbatasan darat dan sisanya adalah perbatasan laut. Perbatasan laut Indonesia berbatasan dengan 10 negara diantaranya Malaysia, Singapura, Filipina, India, Thailand, Vietnam, Republik Palau, Australia, Timor Leste, dan Papua Nugini. Sedangkan untuk wilayah darat, Indonesia berbatasan langsung dengan tiga negara, yakni Malaysia, Papua Nugini, danTimor Leste dengan panjang garis perbatasan darat secara keseluruhan adalah 2914,1 km. Karena sangat luas maka sangat diperlukan dukungan sistem manajemen perbatasan yang terorganisir dan profesional, baik itu di tingkat pusat maupun daerah.
Terbalik dengan negara-negara sukses yang menganggap perbatasannya sebagai sesuatu yang strategis dan potensial, Indonesia malah menganggap perbatasannya sebagai sebuah masalah. Jadi pantaslah jika perbatasan antara Sarawak, M’sia dan Kalbar tetap semeraut dan tak terurus. Tentu saja lengkap dengan semua cerita centang pernang dan label buruk. Kisah serta berbagai catatan, kriminal, penyeludupan, isu keamanan dan pertahanan nasional, kemiskinan, dan seongok-ongok patologi sosial dan hukum yang menyeramkan mengalir dari sana lewat media maupun gossip warung kopi.
Kalau begitu, benarkah susah mengurus sempadan? Jawabannya tidak jika pemerintah serius menjadikan perbatasan sebagai etalase dan pintu gerbang internasional. Jika ia dikelola dengan baik dan professional. Jika infrastrukturnya minim, ya di tambah. Kan rakyat bayar pajak?! Asal duitnya tidak lagi dimasukan ke kantong pejabat. Kondisi yang sekarang, menunjukkan bahwa pemerintah tidak memiliki sebuah sistem manajemen perbatasan yang baik. Selama ini, tanggung jawab pengelolaan wilayah perbatasan hanya bersifat koordinatif antar lembaga pemerintah departemen dan non departemen, tanpa ada sebuah lembaga pemerintah yang langsung bertanggung jawab melakukan manajemen perbatasan dari tingkat pusat hingga daerah.
Yang terjadi di Negara kita, harta yang ada (termasuk perbatasan) tak diurus dengan baik. Nah, setelah dicaplok orang lain, baru bekalot-ribot. Menyalahkan orang lain, ngajak berekelahi! Beginikah adab dan marwah sebuah bangsa yang besar di mata dunia internasional?
Dengan demikian pertanyaan di atas harus dipertegas lagi. Seriuskah pemerintah mengurus sempdan? (publish in Borneo Tribune, 12 Pebruari 2009)

What People Say About Us.

"On the Windows talking painted pasture yet its express parties use. Sure last upon he same as knew next. Of believed or diverted no."

Mike Taylor
Mike Taylor
Lahore, Pakistan

"Mering made our family trip to Europe absolutely magical! Every detail was perfectly planned. I could not believe how seamless the entire experience was from booking to arrival."

Sarah Johnson
Sarah Johnson
New York, USA

"The best travel agency I have ever worked with. Professional, responsive, and they truly understand what makes a trip unforgettable. Highly recommend to everyone!"

Chris Thomas
Chris Thomas
Artistic Vision Documentation
Select Language