Arsitek Narasi

Arsitek Narasi Strategis untuk Pemimpin Industri.

Perusahaan Anda memiliki data, tetapi apakah ia memiliki jiwa? Kami mengekstraksi sejarah perusahaan Anda dan merancangnya menjadi warisan narasi yang abadi.

The Paradigm

Di dunia bisnis yang bising dan dipenuhi data dingin, narasi Anda adalah api hangatnya. Mering Legacy Studio tidak merakit buku sebagai komoditas, melainkan merancang instrumen prestise dan makna.

Alexander Mering Founder & Narrative Architect
Alexander Mering - Founder

We Offer Best Services

Soul Mining

Archeological excavation uncovering raw, authentic leadership core and corporate truths.

Strategic Architecture

Engineering profound plot blueprints to align historic truth with business.

Media Deployment

Transmuting uncovered histories into premium masterpiece books and cinema documentaries.

Legacy Activation

Embedding timeless corporate narratives into organizational culture and global reputation.

In 3 Strategic Steps

Choose Destination

Define your architectural vision and identify the buried historical truths of your empire.

Make Payment

Initiate your premium investment to secure elite positioning across global media platforms.

Reach Airport on Selected Date

Deploy your masterpiece transmedia assets to claim your rightful place in history.

The Corporate Manifesto

The Corporate Manifesto

Completed in 3-6 Months | by Alexander Mering
1 Enduring Masterpiece

17 Agustus Ayah

Photo:  dari http://kfk.kompas.com/kfk/view/128542

  Oleh: didi zodi pada 1 Sep 2012


by Wisnu Pamungkas

Seperti selalu
Setiap malam, sebelum perayaan, aku menunggumu di beranda
Berharap engkau akan muncul di ujung jalan,
melambaikan tangan, seperti orang-orang tua lain yang rindu pulang menuju rumah

Seperti selalu
Menjelang hari perayaanmu, aku sudah naikan bendera tinggi di halaman, berharap engkau langsung melihatnya sejak di mulut gang

(Haraplah usia tak membuatmu lupa, seperti membaca peta di medan perang,  haraplah ingatanmu masih cukup terang, walau pun lama tak pernah pulang, mabuk oleh birahi tambang, para mafia kebun sawit dan bertualang dari ranjang ke ranjang politik.)

Setiap tahun malam 17-an
Aku selalu menunggumu, membuka pintu dan semua jendela, berharap engkau benar-benar pernah pulang

Betapa pun besar benci kupendam, engkau tetap seorang ayah,
yang menuntun anak-anak dan  bayimu menemukan puting susu 

Seperti selalu
Setiap menjelang perayaan harimu,
Kolega dan para tetangga yang mengaku paling ayah, berlomba-lomba mengibarkan bendera dari istana hingga ke hotel-hotel mewah, 
dan keturunan prajurit-prajuritmu berpesta di senayan, sementara anak-anakmu yang dikandung ibu terusir dari kolong, dari sudut-sudut kampung  karena tanah moyangnya telah dikavling-kavling para perompak

Seperti selalu,
Menjelang pesta rakyat
kusediakan juga untukmu handuk dan air hangat, rumah kita memang sudah tua dan separuh rusak
Tapi aku tetaplah anakmu, meski hanya kau wariskan bendera koyak


Ketapang, 17 Agustus 2014

What People Say About Us.

"On the Windows talking painted pasture yet its express parties use. Sure last upon he same as knew next. Of believed or diverted no."

Mike Taylor
Mike Taylor
Lahore, Pakistan

"Mering made our family trip to Europe absolutely magical! Every detail was perfectly planned. I could not believe how seamless the entire experience was from booking to arrival."

Sarah Johnson
Sarah Johnson
New York, USA

"The best travel agency I have ever worked with. Professional, responsive, and they truly understand what makes a trip unforgettable. Highly recommend to everyone!"

Chris Thomas
Chris Thomas
Artistic Vision Documentation
Select Language