Tentang Proyek Buku 100 Anak Tambang Indonesia
Salah satu
proyek editorial berskala nasional yang saya tangani sebagai bagian dari Tim
Editor adalah penyusunan buku 100 Anak Tambang Indonesia, atau yang lebih
dikenal dengan sebutan 100 ATI. Buku ini terbit pada tahun 2021 dengan ISBN
978-623-97544-0-2, diterbitkan di bawah naungan Sekretariat APKPI, dan tercatat
memiliki 714 halaman. Tim Editor yang menggarap buku ini terdiri dari empat
orang, yaitu Alwahono, Alexander Mering, Nur Iskandar, dan Eko Gunarto.
Seperti
namanya, buku ini berisi seratus kisah nyata yang ditulis langsung oleh seratus
profesional yang berkarier di industri pertambangan Indonesia. Setiap bab
merupakan satu kisah personal, mulai dari geolog, insinyur tambang, pengawas
lapangan, hingga figur perempuan yang berhasil menembus dominasi laki-laki di
sektor ini. Latar belakang para penulis pun beragam, mencakup perbedaan
pangkat, jabatan, perusahaan, latar pendidikan, suku, dan agama.
Tantangan yang Dihadapi
Menyusun satu
buku dari seratus penulis yang berbeda latar belakang bukan pekerjaan
sederhana. Setiap kontributor membawa gaya tulisan, sudut pandang, dan tingkat
pengalaman menulis yang berbeda-beda, sementara buku ini harus tetap tampil
sebagai satu kesatuan narasi yang enak dibaca dan konsisten dari bab pertama
hingga bab keseratus.
Tantangan lain
datang dari sisi waktu dan konteks. Buku ini dirancang untuk terbit bertepatan
dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-76 Republik Indonesia pada 17 Agustus
2021, di tengah situasi pandemi Covid-19 yang membatasi banyak aktivitas kerja
kolaboratif. Semangat kemerdekaan dan semangat bangkit dari krisis pandemi
menjadi benang merah yang harus tertanam secara halus di setiap kisah, tanpa
mengubah keaslian pengalaman masing-masing penulis.
Tantangan
berikutnya adalah soal genre. Tim Editor secara sadar memutuskan bahwa buku ini
tidak boleh dibuat seperti buku biografi konvensional yang cenderung kaku dan
formal. Data dan fakta dari seratus narasumber harus diolah menjadi cerita yang
kaya emosi, dialog, dan adegan, sehingga pembaca merasa seolah sedang mendengar
cerita dari seorang teman lama, bukan membaca laporan kerja atau CV yang
diperpanjang.
Peran dan Pendekatan Strategic Narrative Architect
Dalam proyek
ini, sebagai inisiator dan Editor utama dengan menggunakan metodologi Pohon Narasi saya mengumpulkan,
menyusun, merangkai, dan menyajikan data serta fakta yang dihimpun dari para kontributor agar
berubah menjadi cerita yang layak baca dan layak jual sebagai karya sastra
naratif. Pendekatan yang digunakan bukan sekadar menyunting tata bahasa,
melainkan membangun arsitektur cerita, yaitu menemukan alur, konflik, dan titik
balik dari setiap pengalaman kerja di dunia tambang, lalu menyusunnya menjadi
struktur naratif yang punya plot, dialog, dan adegan yang hidup.
Pendekatan ini
sejalan dengan cara kerja saya sebagai Strategic Narrative Architect, yaitu
mengubah bahan mentah berupa data, fakta, dan pengalaman teknis menjadi narasi
yang mampu menggerakkan emosi pembaca sekaligus memperkuat pesan strategis di
baliknya. Pada buku 100 ATI, pesan strategis tersebut adalah menghadirkan wajah
industri pertambangan Indonesia yang lebih manusiawi, jauh dari stigma negatif
yang selama ini melekat di benak publik.
Strategi Kurasi dan Struktur Buku
Agar seratus
kisah yang sangat beragam tetap terasa satu napas, setiap bab disusun dengan
format yang konsisten, yaitu judul bab yang menggugah rasa penasaran, nama
penulis dan jabatannya, kemudian narasi utama yang mengalir seperti cerita
pendek. Judul-judul bab sengaja dibuat naratif dan personal, bukan judul formal
seperti laporan tahunan, sehingga pembaca tertarik membuka satu per satu kisah
di dalamnya.
Cakupan cerita
dalam buku ini juga dijaga agar mewakili keragaman geografis dan pengalaman
kerja pertambangan di Indonesia, mulai dari wilayah tambang terpencil dengan
fasilitas terbatas hingga tambang modern dengan teknologi canggih, dari ujung
barat Sumatra hingga wilayah timur Indonesia. Keragaman ini memperkuat posisi
buku sebagai potret utuh industri pertambangan nasional, bukan sekadar kumpulan
testimoni satu perusahaan atau satu wilayah saja.
Hasil dan Dampak Proyek
Sebagai karya
kolaboratif berskala besar dengan seratus kontributor dan ratusan halaman, buku
100 Anak Tambang Indonesia berfungsi sebagai dokumentasi warisan profesional
bagi industri pertambangan Indonesia sekaligus media untuk memperkuat narasi
publik yang lebih positif dan berimbang tentang sektor ini. Bagi saya pribadi,
keterlibatan dalam proyek berskala nasional ini memperkuat portofolio dan
reputasi sebagai penulis narasi korporat yang mampu menangani proyek kompleks
dengan banyak pemangku kepentingan, tenggat waktu yang ketat, dan tuntutan
kualitas naratif yang tinggi.
Mengapa Studi Kasus Ini Relevan bagi Anda
Bagi
perusahaan, asosiasi profesi, atau institusi yang ingin mendokumentasikan
perjalanan organisasi maupun para profesionalnya dalam bentuk buku yang layak
baca dan layak jual, pengalaman menangani proyek 100 Anak Tambang Indonesia
menunjukkan kapasitas saya dalam tiga hal utama. Pertama, kemampuan mengelola
proyek naratif berskala besar dengan banyak kontributor sekaligus. Kedua,
kemampuan menerjemahkan data teknis dan pengalaman kerja yang kompleks menjadi
cerita yang mudah dicerna publik luas. Ketiga, kemampuan menjaga kesatuan pesan
strategis organisasi tanpa menghilangkan keaslian suara setiap individu di
dalamnya.
