Tentang Buku The Shadow Knight
Salah satu
proyek penulisan biografi terbesar yang pernah saya kerjakan adalah The Shadow
Knight, Jejak Petualangan Profesional Intelektual Teddy Kardin. Buku ini terbit
pada Agustus 2023 dengan ISBN 978-623-8835-19-5, setebal xxx ditambah 318
halaman dengan format 15x23 cm, diterbitkan oleh PT Allsys Media Solusi di
Bogor. Dalam proyek ini saya berperan sebagai penulis utama, didampingi Dessy
Rizki sebagai penulis pendamping.
Buku ini
merupakan biografi lengkap Teddy Kardin, alumni Teknik Geologi Institut
Teknologi Bandung angkatan 1971 dan anggota Wanadri Angkatan Angin Lembah 1973,
yang lebih dikenal publik sebagai Empu Pisau Indonesia. Karya pisau buatannya
digunakan oleh Tentara Nasional Indonesia, sejumlah militer negara lain, hingga
para kolektor pisau mancanegara.
Sosok di Balik Buku: Teddy Kardin
Teddy Kardin
bukan sekadar geolog lapangan. Ia adalah warga sipil yang berulang kali
dipanggil negara untuk terlibat dalam operasi militer penting, mulai dari Timor
Timur pada 1988 hingga 1989, operasi penyelamatan sandera Tim Ekspedisi Lorentz
'95 yang disandera Organisasi Papua Merdeka di Mapenduma pada 1996, hingga
operasi militer di Aceh pada 2004. Ia juga dikenal sebagai pelatih navigasi
darat, jungle survival, dan teknik mengesan jejak atau Sanjak bagi satuan TNI
dan Polri.
Perjalanan
hidup Teddy juga diwarnai relasi mendalam dengan masyarakat adat, termasuk
masyarakat Dayak di Kalimantan dan Suku Anak Dalam di Jambi, yang turut
membentuk karakternya sebagai geolog sekaligus petualang berhati lembut. Kisah
inilah yang menjadi materi utama buku The Shadow Knight, lengkap dengan peta
operasi militer dan puluhan foto dokumentasi pribadi yang belum pernah
dipublikasikan sebelumnya.
Proses Riset dan Penulisan
Untuk
merampungkan buku ini, saya mewawancarai lebih dari 40 narasumber utama beserta
sejumlah narasumber pendukung dan saksi mata yang masih hidup, ditambah
pengumpulan dokumen, manuskrip, dan buku referensi pendukung. Terhadap
narasumber kunci, wawancara dilakukan berulang kali untuk memastikan akurasi
detail peristiwa, nama, kronologi, dan waktu kejadian. Seluruh proses riset,
wawancara, reportase, penulisan, hingga penyuntingan dirampungkan dalam waktu
sekitar dua bulan.
Peran Alexander Mering sebagai Penulis Utama
Panitia
pembuatan buku yang diketuai Rasjid Aladin, mewakili Ikatan Alumni Angkatan 71
ITB dan alumni Geologi ITB angkatan 73, memilih saya sebagai penulis utama
karena dua pertimbangan utama. Pertama, kompetensi menulis biografi berbasis
riset mendalam. Kedua, kedekatan personal dengan nilai-nilai budaya Dayak yang
mewarnai perjalanan hidup Teddy Kardin, mengingat latar belakang saya sebagai
wartawan dan travel writer kelahiran Dayak yang telah menjelajahi pelosok
Nusantara selama lebih dari 14 tahun, termasuk sejumlah lokasi yang menjadi
latar kisah dalam buku ini.
Sebagai penulis
utama, tanggung jawab saya mencakup keseluruhan proses, mulai dari merancang
kerangka riset, memimpin wawancara dengan puluhan narasumber, menyusun struktur
enam bagian buku, hingga merangkai seluruh temuan menjadi narasi yang koheren
dan layak baca dari halaman pertama sampai terakhir.
Pendekatan Naratif yang Digunakan
Penerbit dan
tim penulisan sepakat menyajikan buku ini dalam genre narrative reporting,
yaitu gaya penulisan yang tampil seperti seorang teman lama datang bercerita,
bukan laporan formal atau biografi kaku bergaya kronologis administratif.
Pendekatan ini dipilih agar peristiwa yang terjadi puluhan tahun silam tetap
terasa hidup dan relevan bagi pembaca masa kini.
Struktur buku
dibagi menjadi enam bagian besar, mulai dari masa kecil Teddy di Bandung, masa
kuliah dan bergabung dengan Wanadri, pengembaraannya di tanah Kalimantan,
keterlibatannya dalam operasi-operasi demi NKRI, kisah tentang Sanjak atau seni
mengesan jejak, hingga bagian penutup mengenai keahliannya sebagai Empu Pisau.
Setiap bagian dirangkai dengan adegan, dialog, dan detail sensorik agar pembaca
merasa turut mengalami perjalanan yang diceritakan, bukan sekadar membacanya
sebagai catatan sejarah.
Dukungan dan Pengakuan Terhadap Buku Ini
Buku ini
mendapat pengantar langsung dari sejumlah tokoh nasional, yaitu Prof. Dr. Ir.
Indroyono Soesilo, M.Sc selaku Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI
periode 2014 hingga 2015, Letjen TNI Purnawirawan Dr. Muhammad Munir selaku
Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat periode 2013 hingga 2015, dan Harrie
Hardiman selaku Ketua Dewan Pengurus sekaligus salah satu pendiri Wanadri.
Proyek ini juga didukung oleh sejumlah sponsor utama, di antaranya Eiger,
NuArt, dan PT Mahitala Ingkeng Gemah.
Hasil dan Dampak
The Shadow
Knight diluncurkan bertepatan dengan tradisi tahunan Allsysmedia yang secara
konsisten merilis buku-buku bertema kebangsaan, nasionalisme, dan cinta tanah
air setiap 17 Agustus. Bagi saya pribadi, proyek ini menjadi tonggak penting
dalam portofolio penulisan biografi, karena melibatkan riset mendalam terhadap
tokoh dengan rekam jejak nasional, dukungan dari pejabat dan tokoh publik,
serta proses kerja sama erat dengan panitia alumni ITB dan penerbit nasional
dari awal riset hingga naskah siap cetak.
Mengapa Studi Kasus Ini Relevan bagi Anda
Bagi individu,
keluarga, organisasi, maupun institusi yang ingin mendokumentasikan perjalanan
hidup seorang tokoh menjadi buku biografi yang otentik dan layak baca, pengalaman
menangani proyek The Shadow Knight menunjukkan kapasitas saya dalam tiga hal
utama. Pertama, kemampuan melakukan riset investigatif mendalam dengan puluhan
narasumber dalam waktu terbatas. Kedua, kemampuan membangun kepercayaan dengan
tokoh yang enggan tampil menonjol, sehingga bersedia membuka kisah hidupnya
secara jujur. Ketiga, kemampuan merangkai fakta dan data lapangan menjadi
narasi yang emosional, kredibel, dan layak mendapat dukungan dari tokoh-tokoh
nasional.
Asumsi yang Digunakan dalam Artikel Ini
Sebagian besar
detail dalam artikel ini bersumber langsung dari halaman hak cipta, daftar isi,
serta kata sambutan dan pengantar yang tercantum dalam buku. Meski demikian,
terdapat satu bagian yang disusun berdasarkan asumsi yang wajar karena tidak dinyatakan
secara eksplisit dalam sumber yang diberikan, yaitu:
●
Dampak jangka panjang proyek ini terhadap reputasi
profesional Alexander Mering, termasuk klaim bahwa proyek ini menjadi tonggak
penting dalam portofolio, diasumsikan berdasarkan skala dan bobot proyek yaitu
keterlibatan tokoh nasional, dukungan pejabat publik, dan proses riset yang
ekstensif, karena data kuantitatif seperti angka penjualan atau penghargaan
resmi tidak tersedia dari sumber yang diberikan.
Tertarik mendiskusikan proyek
penulisan biografi, buku korporat, atau dokumentasi kisah hidup tokoh yang Anda
kenal? Hubungi Alexander Mering untuk konsultasi strategi narasi.